You are here
LSP UNY Gelar Workshop Penyusunan 27 Materi Uji Kompetensi, Perkuat Ekosistem Sertifikasi Nasional

Yogyakarta, 14 April 2026 – LSP UNY kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu dan relevansi sertifikasi kompetensi melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan 27 Materi Uji Kompetensi (MUK). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (14/4) di Laboratorium Lantai 3 Direktorat Pendidikan Profesi dan Kompetensi (DPPK) Universitas Negeri Yogyakarta.
Workshop secara resmi dibuka oleh Direktur DPPK UNY, Erwin Setyo Kriswanto, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sistem sertifikasi berbasis kompetensi sebagai bagian dari peningkatan kualitas lulusan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh tim LSP P1 UNY, para Person in Charge (PIC) skema, serta Master Asesor dari BNSP, AY Retno Dwi Darsih. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi elemen penting dalam memastikan bahwa penyusunan materi uji selaras dengan standar nasional dan kebutuhan industri.
Workshop ini bertujuan menyusun Materi Uji Kompetensi untuk 27 skema baru yang telah memperoleh persetujuan dari BNSP. Sebelumnya, LSP UNY telah memiliki 16 skema aktif. Penambahan skema baru ini menjadi langkah strategis dalam memperluas cakupan sertifikasi yang relevan dengan dinamika perkembangan dunia kerja dan keilmuan.
Kegiatan ini juga mencerminkan kolaborasi lintas disiplin di lingkungan UNY. Sebanyak 27 skema baru tersebut berasal dari 22 program studi yang tersebar di berbagai fakultas, antara lain Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), hingga Sekolah Pascasarjana (SPs). Sinergi ini menunjukkan komitmen institusi dalam membangun sistem sertifikasi yang inklusif dan berbasis kebutuhan riil.

Beragam skema yang dikembangkan mencerminkan tuntutan kompetensi masa kini dan masa depan, seperti Ilmuwan Data Muda, Insinyur Kecerdasan Artificial, Pengelola Desa Wisata, Pengembangan Video Game, hingga Pengendalian Pencemaran Udara. Hal ini menegaskan bahwa LSP UNY adaptif terhadap transformasi industri dan perkembangan teknologi.
Kepala Unit Kompetensi dan Pelatihan, Dr. Minta Harsana, menyampaikan bahwa penyusunan MUK merupakan tahapan krusial dalam menjamin kualitas pelaksanaan uji kompetensi. “Materi uji kompetensi harus mampu mengukur kemampuan kerja secara objektif, terstandar, serta relevan dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.
Luaran utama dari workshop ini adalah tersusunnya perangkat Materi Uji Kompetensi untuk 27 skema baru yang siap diimplementasikan dalam proses sertifikasi. Dengan pengembangan ini, LSP UNY diharapkan semakin berperan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem sertifikasi profesi di Indonesia, sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (MH)
Kontak Kami
Copyright © 2026,